7 Hewan Lucu Yang Ternyata Bisa Membunuh Manusia

Mana yang lebih Anda takuti, bertemu dengan seekor harimau atau seekor anak kelinci yang imut-imut'?  Pasti Anda memilih anak kelinci
kenapa?
 Sebab, secara umum harimau dikenal sebagai hewan buas berukuran besar yang dapat memangsa manusia. Tetapi, tidak selamanya hal tersebut benar! Banyak hewan-hewan di luar sana yang terlihat lucu dan menggemaskan namun sangat berbahaya bagi manusia.

Bahkan, tidak sedikit manusia yang meninggal akibat keganasan hewan-hewan lucu tersebut.
Oleh sebab itu, manusia harus berhati-hati ketika bertemu dengan hewan-hewan lucu, mungkin saja hewan-hewan lucu yang Anda temui sehari-hari dapat membunuh Anda.

Untuk memberikan sedikit gambaran, berikut adalah 7 Hewan Lucu Yang Ternyata Bisa Membunuh Manusia :

1.Lumba-Lumba
Lumba-Lumba


Berbeda dari bayangan orang banyak yang beranggapan jika lumba-lumba adalah hewan yang jinak dan menjadi sahabat manusia, fakta dari beberapa penelitian menyatakan  mamalia air ini berbahaya bagi manusia. Bahkan, dalam beberapa insiden lumba-lumba diketahui menyebabkan kematian manusia. Meski kasus serangan lumba-lumba pada manusia sangat jarang terjadi, hewan ini ternyata sering menyerang hewan lain di lautan, termasuk beberapa spesies lumba-lumba yang 'lemah' seperti ikan pesut.

Beberapa waktu lalu sempat dilaporkan pembunuhan sekelompok ikan pesut oleh beberapa ekor lumba-lumba. Oleh sebab itu, banyak ahli yang menyarankan para penyelam lebih berhati-hati pada lumba-lumba, sebab seringkali kontak antara penyelam dan lumba-lumba dapat mengakibatkan cedera bagi penyelam itu sendiri.

 Kebanyakan hewan yang tergolong mamalia biasanya cenderung tidak memiliki bisa yang dapat membunuh mangsanya seperti yang dimiliki oleh reptil. Tetapi, teori tersebut terbantahkan oleh hewan lucu nan mungil ini, Slow Loris atau Kongkang. Hewan ini adalah endemik daerah hutan hujan tropis seperti Indonesia, malaysia, dan India.

2.Slow Loris

Slow Loris
 Saking lucunya, Slow Loris kerap dijadikan binatang peliharaan. Tetapi, sebenarnya oleh pihak berwenang hewan ini sudah dikategorikan sebagai hewan yang dilindungi dan dilarang untuk dipelihara.Bukan tanpa alasan, Slow Loris sejatinya termasuk hewan yang sangat berbahaya karena bisa mengeluarkan racun dan tergolong sebagai mamalia paling beracun di dunia. Racun dari Slow Loris akan keluar lewat sisi dalam sikunya saat hewan ini merasa terancam. Induk Slow Loris biasanya akan mengoleskan racun tersebut pada anaknya sebelum ditinggal berburu.

Hal ini dimaksudkan untuk melindungi si anak dari predator. Apalagi Slow Loris adalah hewan yang berburu di malam hari atau hewan nokturnal, saat di mana banyak pemburu malam seperti ular yang suka memangsa anak mereka. Beberapa korban meninggal dilaporkan akibat serangan dari Slow Loris. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka meninggal akibat reaksi alergi parah.

3.Katak

Katak Beracun
Hutan hujan Amazon di Brasil menyimpan berbagai hewan berbahaya, seperti ular raksasa Anakonda hingga katak beracun. Meski kebanyakan katak beracun hanya berukuran tidak lebih dari 10 sentimeter, namun mereka dapat membunuh manusia dalam beberapa detik saja. Katak beracun jenis 'Poison Dart' dikenal sebagai salah satu hewan yang paling mematikan di dunia.

Banyak orang yang kerap tertipu dengan keindahan warna kulit kodok ini yang biasanya berwarna-warni dan sangat eye-catching. Sayangnya, hal tersebut bisa menjadi 'blunder' fatal. Hanya dengan menyentuh kulit katak Poison Dart, seorang manusia dewasa bisa terbunuh hanya dalam hitungan 30 detik! Racun dari katak Poison Dart jamak dipakai oleh suku pedalaman Amazon untuk melumuri persenjataan berburu mereka, misalnya panah.

4.Anak Kucing
Anak Kucing Cantik


Mungkin ada banyak orang yang tidak setuju apabila anak kucing dimasukan menjadi hewan lucu yang berbahaya. Sebab, hewan-hewan lucu ini sudah lama menjadi sahabat manusia. Sayangnya, 'positive thinking' pada hewan lucu ini bisa menjadi bumerang bagi Anda di masa depan. Menurut beberapa penelitian, banyak anak-anak kucing yang membawa penyakit dari induk mereka.

Penyakit-penyakit yang berasal dari parasit tersebut memang biasanya tidak berbahaya bagi manusia sehat, tetapi efek yang berbeda akan muncul bagi penderita flu, ibu hamil, pasien kemoterapi, atau ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Penyakit-penyakit kucing itu bisa sangat berbahaya pada orang-orang tersebut. Tidak jarang para korbannya sampai kehilangan nyawa akibat bersentuhan dengan anak kucing.

5.Sotong
Sotong Beracun


Selain katak beracun terdapat satu hewan dengan warna tubuh cerah lain yang berbahaya bagi manusia, yakni sotong. Ya, hewan yang kerap dijadikan konsumsi manusia ini ternyata mempunyai racun mematikan. Untungnya, hanya sedikit spesies sotong yang mempunyai racun mematikan, misalnya sotong Metasepia pfefferi. Ikan yang terdapat di lautan Indo-Pasifik ini sering ditemukan di sekitar perairan Australia, Papua Nugini, Indonesia, dan Malaysia.

Banyak penyelam yang tergoda untuk menyentuh sotong ini karena warnanya yang sangat cantik, kombinasi antara merah, kuning, dan jingga. Racun dari Metasepia pfefferi terletak didagingnya. Racun unik dari Metasepia pfefferi diperkirakan berada di tingkat yang sama dengan racun gurita cincin biru. Racun dari gurita ini berjenis tetrodotoxin (mirip neurotoksin) namun 1200 kali lebih berbahaya dari sianida. Oleh sebab itu, pemancing biasanya akan menjual sotong Metasepia pfefferi sebagai ikan akuarium, dan tidak untuk konsumsi.

6.Anak Tikus
Anak Tikus


Tikus, khususnya anak-anak tikus memang terlihat lucu bagi sebagian orang. Bahkan, hewan-hewan pengerat muda ini sering dijadikan hewan piaraan selain hamster. Sayangnya, hewan mungil ini juga menjadi salah satu hewan lucu paling berbahaya di dunia.

Meski di dapat dari tempat penangkaran tikus, anak-anak tikus diketahui membawa beragam parasit yang dapat menyerang manusia seperti kutu yang pada beberapa hewan dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. Urin dan kotoran dari anak tikus juga dapat mengandung virus 'Hantavirus' yang dapat menyebabkan demam parah, hingga gangguan pernapasan akut.

7.Simpanse
Simpanse


Sebagai 'kerabat' terdekat manusia, banyak yang menyatakan kecintaan mereka pada simpanse, terutama yang masih anak-anak. Beberapa ahli binatang dan pecinta hewan diketahui membuat simpanse menjadi sahabat mereka sejak bayi. Lain cerita saat menemui kawanan simpanse di habitat asli mereka. Primata dengan kecerdasan mirip manusia ini dapat bekerja secara kelompok untuk menyerang siapa saja yang memasuki daerah kekuasaannya.

Terlebih ukuran dari pejantan simpanse bisa mencapai dua meter. Hal yang lebih menakutkan adalah, kawanan tersebut menyerang manusia dengan 'persenjataan' yang mereka buat. Simpanse memang dikenal sebagai satu-satunya hewan yang cukup pintar untuk dapat menggunakan benda-benda di sekitarnya sebagai alat, mulai dari berburu atau menyerang musuh.





#Fakta_Aneh













 
Top